Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
  • Home
  • Profil
    • Pondok Pesantren Bahrul Ulum
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Sejarah Nama dan Lambang
    • Sejarah Pondok Bahrul Ulum
    • Unit Madrasah
  • Artikel
  • Info
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Kategori
    • Khutbah
    • Serambi Pesantren
    • Tokoh
    • BU Corner
    • Khazanah
    • Bahtsul Masail
    • HUMAPON
    • HISBU
  • Kontak
Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
  • Home
  • Profil
    • Pondok Pesantren Bahrul Ulum
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Sejarah Nama dan Lambang
    • Sejarah Pondok Bahrul Ulum
    • Unit Madrasah
  • Artikel
  • Info
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Kategori
    • Khutbah
    • Serambi Pesantren
    • Tokoh
    • BU Corner
    • Khazanah
    • Bahtsul Masail
    • HUMAPON
    • HISBU
  • Kontak
  • Unit Madrasah
  • Login

Konten Terbaru

kyai-fattah-santri-yaopo-yaopo-kudu-mulang
Kyai Fattah: Santri Yaopo-Yaopo Kudu Mulang
usia-yang-panjang-merupakan-bukti-keistiqomahan-para-masyayikh-puncak-peringatan-2-abad-bahrul-ulum-pengajian-umum
Usia Yang Panjang Merupakan Bukti Keistiqomahan Para Masyayikh. Puncak Peringatan 2 Abad Bahrul Ulum Pengajian Umum
pesan-semangat-dari-cak-imin-di-tambakberas-santri-tak-perlu-khawatir-serangan-jadikan-energi
Pesan Semangat Dari Cak Imin di Tambakberas: Santri Tak Perlu Khawatir Serangan, Jadikan Energi!

Follow Us

Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur

Populer

Terbaru

Rekomendasi

Rubrik
Mengenang 1000 Hari Wafatnya KH. Mochammad Djamaluddin Ahmad
KH. Djamaluddin Ahmad (kanan) bersama KH. Abd. Kholiq Hasan (kiri)
  • By Bukhory
  • Kategori Tokoh
  • Sabtu, 30 November 2024

Mengenang 1000 Hari Wafatnya KH. Mochammad Djamaluddin Ahmad

KH. Mochammad Idris Djamaluddin menjelaskan perjalanan dan kisah teladan dari sosok yang disebut sebagai tasawwuf berjalan yakni Abah KH. Mochammad Djamaluddin Ahmad.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan mauidhoh hasanah dalam peringatan 1000 hari KH. Mochammad Djamaluddin Ahmad di halaman Masjid Bumi Damai Al Muhibbin Bahrul Ulum, Selasa (19/11).

“Abah Jamal itu sulit untuk diceritakan secara lengkap,tapi juga mudah sekali dibaca pelajarannya. Karena Abah Jamal itu seperti buku yang terbuka,yang kehidupannya bisa dibaca,ditiru,serta diteladani.” Ungkapnya.

Beliau menceritakan bahwa ada beberapa fase dalam kehidupan Abah Jamal. Pertama fase ketika masih kecil, waktu itu mondok di Mbah Kiai Abu Amar sambil belajar di Sekolah Rakyat.

Fase berikutnya Mbah Kiai Jamal mondok di Tambakberas selama 6 Tahun, setelah itu melanjutkan mondoknya di Jawa Tengah. Selama di sana beliau tidak hanya mondok di Lasem saja, akan tetapi juga mengikuti beberapa pengajian kilatan seperti di Poncol dan Mranggen.

“Setelah itu fase berumah tangga, dalam fase ini beliau sementara ikut mertuanya. Sekitar tahun 1990 mulailah Abah Jamal membangun Masjid Muhibbin dan Tahun 1994 mulai mengasuh pengajian kitab Hikam.” Jelasnya.

Oleh karena itu, Kiai Jamal kecil sudah bertasawuf, karena ketika beliau masih kecil beliau sudah wira’i. Bahkan sampai guru nya sendiri seorang mursyid bernama KH. Sholahuddin Al-Ayyubi Bin KH. Abdul Djalil Mustaqim memuji Abah Jamal sebagai tasawwuf berjalan.

“Perlu diambil Pelajaran, bahwa Kiai Jamal itu dari latar belakang keluarga yang biasa-biasa saja, dan yang membuat seperti ini adalah himmah atau cita citanya yang tinggi.” Ungkap pria yang biasa disapa Gus Idris itu.

“Maka dari itu, jika kamu bukan dari latar belakang keluarga kiai, bukan dari latar belakang keluarga intelektual, atau hanya dari latar belakang masyarakat kebanyakan, maka jangan mempersempit rahmat Allah. Lihat Mbah Kiai Jamal itu siapa orang tuanya, kemudian menjadi kiai besar seperti sekarang itu semua karena himmah atau cita cita luhur dari beliau.” Pungkasnya.

Diketahui, bahwa acara ini tidak hanya diperingati oleh para santri yang ada di pondok saja, akan tetapi juga dilakukan serentak di berbagai daerah di Indonesia oleh para alumni yang terkumpul dalam jaringan Himpunan Keluarga Alumni Muhibbin (Hikam).

 


Artikel ini dibaca sebanyak 2172 Kali
Kyai Djamal Al-Muhibbin Abah Jamal
  • Image
  • Image

Baca Juga

  • Siapa Sangka Mbah Wahab adalah Pecinta dan Pendiri Klub Sepak Bola

  • KIAI WAHAB CHASBULLAH DAN ANTI NASIONALISME HIZBUT TAHRIR

  • Mengenang Sosok Kiai Sulthon Abdul Hadi

  • H. Abdul Haris, guru kreatif kebanggaan Madrasah Aliyah Unggulan KH. Abdul Wahab Hasbulloh

  • 4 Cobaan Belajar Di Bahrul Ulum Menurut Kiyai Fattah

Info Terbaru

  • Home
  • Artikel
  • Info
  • Foto
  • Video
  • Kontak

PENDIDIKAN FORMAL

  • Paud Al-Firdaus
  • TK Muslimat 2 Bahrul Ulum
  • MI Bahrul Ulum
  • MTsN Tambakberas
  • MTs Plus Bahrul Ulum
  • MTs FH Bahrul Ulum
  • SMP Bahrul Ulum
  • MAN Tambakberas
  • MA WH. Bahrul Ulum
  • MA Bahrul Ulum
  • MA FH Bahrul Ulum
  • MMA Bahrul Ulum
  • MAI Bahrul Ulum
  • SMU Bahrul Ulum
  • SMK Kreatif Bahrul Ulum
  • SMK TI Bahrul Ulum
  • IAIBAFA Tambakberas
  • STIKES Bahrul Ulum
  • UNWAHA Tambakberas

KONTAK

  • ALAMAT

    Jl. Kyai Haji Wahab Hasbullah No.80, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61451

  • NO. TELEPHONE

    (0321) 869955

  • ALAMAT EMAIL

    yayasan@tambakberas.com

Logo

© Hak Cipta 2018. Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, All Rights Reserved.

Developed By BismaLabs.co.id