Tambakberas, 30 Oktober 2025 — Ketua MUI Kabupaten Lumajang, KH. Ahmad Hanif, selaku alumni Pondok Pesantren Tambakberas menyampaikan tentang anjuran Kyai Fattah dahulu untuk selalu mengajar. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutan pada PEMBACAAN TAHLIL DAN DOA Peringatan Haul ke 50 Almaghfurlahu KH. Abdul Fattah Hasyim Beserta Keluarga Besar Al Maghfurlahu di Ndalem Kasepuhan Ponpes Putri Al - Fathimiyyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
KH. Ahmad Hanif menceritakan bagaimana KH. Abdul Fattah sejak dahulu sangat menekankan prinsip bahwa "santri yaopo-yaopo (bagaimanapun juga) kudu mulang (harus mengajar)". Beliau menjelaskan bahwa tekad Kiai Fattah saat itu begitu kuat, sehingga jauh sebelum adanya kurikulum formal, para santri sudah dibekali dengan ilmu didaktik metodik sebagai bekal awal
“KH. Abdul Fattah meniko kepingin yaopo-yaopo mesti santri niku kudu mulang, dados dibekali kale didaktik metodik wekdal niku, tasek dereng enten kurikulum niku niku sampun diparingi bekal awal untuk saget mengajar menawi sampun wangsul dateng masyarakat.”
(KH. Abdul Fattah saat itu ingin bagaimanapun juga santri itu harus mengajar, jadi dibekali dengan ilmu didaktik metodik pada saat itu, sebelum ada kurikulum yang formal, para santri sudah diberi bekal awal supaya bisa mengajar ketika pulang ke masyarakat.)
Acara peringatan haul ini dihadiri oleh para santri, alumni, keluarga besar masyayikh bahrul ulum dan warga sekitar dengan penuh hikmat saat pembacaan tahlil dan doa. Pada akhir sambutannya, Ketua MUI Lumajang ini berharap seluruh hadirin bisa mendapatkan keberkahan dari para masyayikh khususnya Kyai Fattah selaku shohibnul haul.
“Mugi-mugi kerawuhan kito sedoyo teng haul meniko pasti Jalbil tabarruk jalbil barokah khususipun saking shohibul haul, al-marhum, al-maghfurlah, al-mukarrom KH. Abdul Fattah Hasyim.” (Semoga kedatangan kita semua pada haul ini mendapat jalbil tabarruk jalbil barokah (mendapatkan keberkahan dan barokah), khususnya dari shohibul haul al-marhum al-maghfurlah al-mukarrom KH. Abdul Fattah Hasyim.)