TAMBAKBERAS.COM - Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mengawali puncak rangkaian kegiatan akbarnya dengan menggelar Forum Multaqo Santri Nasional. Acara yang dikemas dalam bentuk talkshow bertema "Santri untuk Masa Depan Bangsa" ini menjadi wadah penting untuk menegaskan kembali peran strategis dan kontribusi nyata santri dalam pembangunan nasional.
Forum bergengsi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh bangsa. Pembicara utama yang hadir adalah Dr. (HC). Drs. H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si., Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia. Ia didampingi oleh alumni terkemuka Ponpes Bahrul Ulum, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, MA, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI, serta akademisi berpengaruh, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA, Ph.D., Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama' Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menyampaikan apresiasi mendalam atas peran pesantren yang terus maju dan bisa terus adaptasi, Ia menegaskan bahwa institusi pendidikan Islam tradisional ini telah terbukti mampu bertahan dan berkembang, meskipun kerap menghadapi berbagai tantangan sosial dan upaya untuk meremehkan perannya.
"Orang-orang yang memang melakukan apapun untuk menyerang dan mengganggu, yang memperkecil peran pondok pesantren khususnya peran Nahdlatul Ulama, jadi enggak usah khawatir, jadikan semua serangan itu sebagai energi, bagian dari penyemangat sekaligus evaluasi untuk ke depannya kita semakin baik," ujar Cak Imin, mengobarkan semangat optimisme di hadapan ribuan santri.
Cak Imin menekankan bahwa santri bukan hanya sekadar pelajar agama, melainkan pilar penting yang berperan sebagai kekuatan moral dan keilmuan bangsa. Cak Imin sering menyoroti bahwa pesantren adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa, meneguhkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, serta menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Forum talkshow ini bertujuan untuk menginspirasi para santri agar tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum. Diharapkan, tradisi berpikir kritis yang telah mengakar di pesantren dapat melahirkan ide-ide cemerlang, menjadikan para santri sebagai kontributor utama dalam menjawab berbagai persoalan bangsa dan negara. Acara ini mendorong keyakinan di kalangan santri bahwa mereka memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang adaptif, progresif, dan beradab.
Kegiatan Forum Multaqo Santri Nasional ini menegaskan komitmen Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang juga dikenal merayakan hari besar seperti Dua Abad berdirinya untuk mencetak generasi yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Oleh : Achmad Wijaya Zein
Editor : Abdullah Machbub