
Oleh: H M.Syifa' Malik M.PdI
Menurut kamus Al Munawwir, kata dzikir berasal dari kata dzakaro yang artinya menyebut, mengingat, mengucap, adapun arti dzikir menurut istilah syariat yaitu mengingat Alloh dan berdoa memohon kepada-Nya untuk kebahagiaan, ketenangan, kesejahteraan dalam rangka mendekat atau taqorrub kepada Alloh swt.
1. Dalil perintah dzikir
Banyak sekali ayat-ayat Al Qur'an yang menganjurkan dan memerintahkan untuk berdzikir, diantaranya sebagai berikut :
وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ. وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْن
“dan sesungguhnya mengingat Alloh ( sholat) lebih besar ( keutamaannya dari ibadah lain),dan Alloh maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.."
اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنّ الْقُلُوْبُ
"ingatlah hanya dengan berdzikir kepada Alloh hati menjadi tentram.." (QS.Arro'du 28)
فاذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَاشْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
“maka ingatlah kepadaku Aku akan ingat kepadamu dan bersyukurlah janganlah kalian mengingkariku.." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
"selanjutnya apabila kamu telah menyelesaikan sholatmu,ingatlah Alloh ketika kamu berdiri,pada waktu duduk dan ketika berbaring.." (QS.Annisa 103).
Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan tentang perintah, anjuran dan keutamaan berdzikir, adapun dasar dan dalil hadis juga sangat banyak diantaranya:
وَعَنْ أَبِي مُوْسَى الأَشْعَرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ( مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُهُ مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ ). رَوَاهُ البُخَارِيُّ
“dari abu musa al as'yari ra,dari nabi saw beliau bersabda: perumpamaan orang yang dzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir pada Tuhannya adalah bagaikan perumpamaan orang yang hidup dh orang yang mati.."
Rasululloh bersabda:
”Tidaklah duduk suatu kaum dalam sebuah majlis sambil mengingat Alloh disitu, melainkan mereka dikelilingi para malaikat dan diliput rahmat serta Alloh menyebut mereka diantara para malaikat disisiNya.."
أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
“ketahuilah dzikir yang paling utama adalah mengucap laailaahaillolloh.."
Dan masih banyak lagi uraian-uraian hadits tentang pentingnya berdzikir kepada Alloh swt.
2. Tujuan dzikir
Pada dasarnya tujuan berdzikir kepada Alloh hanya satu yakni ingat kepada-Nya, namun dalam penjabarannya banyak sekali aspeknya, antara lain untuk mengingat akan kebesaran Alloh swt, dimana dengan mengingat kebesaran-Nya maka dengan sendirinya manusia akan tahu posisi dirinya dihadapan Alloh swt, ternyata manusia tidak ada apa-apanya dibanding dengan kebesaran-Nya, selain itu tujuan berdzikir adalah untuk pembersih jiwa, dimana seseorang apabila jiwanya bersih maka akan sangat mudah untuk mengakses hidayah Alloh swt, termasuk tujuan yang paling mendasar dan pokok adalah dalam rangka mencari ketenangan, ketentraman, kebahagiaan dan mendekat kepada Alloh swt sebagaimana disebutkan dalam ayat maupun hadis diatas.
Berdzikir juga merupakan terapi yang efektif untuk mengobati dan mententramkan jiwa, apalagi bila dilakukan dengan penuh rasa ketundukan, kepasrahan dan dalam dimensi antara khouf dan roja', maka tingkatan dzikir yang demikian benar-benar membawa pada level yang tinggi seperti orang yang sedang melayang-layang dalam kehampaan dan kekosongan ruang, sebab yang ada hanya Alloh SWT saja dalam hatinya. Maka disinilah kadang kita temukan macam macam ritme mozaik orkestra dan model orang berdzikir tidak sama antara satu orang dengan lainnya, kadang ada yang mendayu dayu, ada yang geleng-kepala kepala, ada yang memakai ritme dan tempo cepat, ada model hening tanpa gerakan, juga kadang kita temukan dengan penuh ekpresi berputar-putar seperti tarian para sufi, tak jarang kadang kita bertemu orang berdzikir hingga menangis dan meneteskan air mata. Semua tujuannya hanya satu yaitu menghadirkan Alloh SWT dalam dirinya.
Adapun cara berdzikir yang diajarkan Rosululloh saw banyak sekali seperti mengulang ulang kalimat thoyyibah, mengeraskan adzan, berdzikir dalam hati atau sirri, dengan cara tafakkur, merenung. Termasuk memperbanyak membaca Al Quran adalah dzikir yang dianjurkan oleh Nabi saw. Berdzikir dapat dilakulan kapan saja, dimana saja, karena pada intinya berdzikir adalah mengingat Alloh swt, bahkan semakin sering seseorang berdzikir kepada Alloh semakin memberi manfaat bagi dirinya, asal tidak dilakukan dengan kesombongan dan riya', minimal ketika kita disibukkan dengan mengingat Alloh maka tidak ada ruang dan kesempatan untuk melanggar atau bermaksiat kepada-Nya, bahkan bagi kaum ulama sufi (karena saking begitu dekatnya kepada Alloh), apabila ia tidak berdzikir atau lupa sedetik saja kepada Alloh maka baginya sudah merupakan suatu kemaksiatan dan berdosa. Inilah tingkatan dosanya orang-orang pilihan atau khowasul khowas, yakni hanya lalai sedikit kepada Alloh saja sudah merupakan kemaksiatan, berbeda dengan tingkatan awwam seperti kita, ketika kita melakukan sesuatu yang dilarang Alloh itu baru berdosa, namun tidak merasa berdosa apabila tidak ingat pada Alloh swt.
Sementara dzikir yang bisa membersihkan jiwa dan menentramkan hati tidaklah dzikir yang hanya diucapkan sebentar saja, lalu selesai tanpa bekas dan atsar. Dzikir yang luar biasa haruslah dengan penuh kekhusukan, kepasrahan, ketundukan, totalitas dan dengan mengingat keagungan dan kebesaran Alloh, dan satu lagi harus dilakukan dengan terus menerus sepanjang waktu dan istiqomah. Itulah yang pada akhirnya menemukan manfaat faedah dan kesan yang membekas dalam berdzikir pada Alloh SWT.
3. Manfaat dzikir
Menurut Ibnu Qoyyim al-Jauzi, manfaat dzikir adalah:
Penutup
Sayyidina Ali ibn Abi Thalib berkata: ”keselamatan memiliki sepuluh bagian, yang Sembilan diantaranya terdapat dalam diam, kecuali dzikir pada Alloh swt, sedangkan satunya lagi terdapat dalam meninggalkan pergaulan dengan orang-orang bodoh”.
Wollohua'lam bissowaab