Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
  • Home
  • Profil
    • Pondok Pesantren Bahrul Ulum
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Sejarah Nama dan Lambang
    • Sejarah Pondok Bahrul Ulum
    • Unit Madrasah
  • Artikel
  • Info
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Kategori
    • Khutbah
    • Serambi Pesantren
    • Tokoh
    • BU Corner
    • Khazanah
    • Bahtsul Masail
    • HUMAPON
    • HISBU
  • Kontak
Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
  • Home
  • Profil
    • Pondok Pesantren Bahrul Ulum
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Sejarah Nama dan Lambang
    • Sejarah Pondok Bahrul Ulum
    • Unit Madrasah
  • Artikel
  • Info
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Kategori
    • Khutbah
    • Serambi Pesantren
    • Tokoh
    • BU Corner
    • Khazanah
    • Bahtsul Masail
    • HUMAPON
    • HISBU
  • Kontak
  • Unit Madrasah
  • Login

Konten Terbaru

kyai-fattah-santri-yaopo-yaopo-kudu-mulang
Kyai Fattah: Santri Yaopo-Yaopo Kudu Mulang
usia-yang-panjang-merupakan-bukti-keistiqomahan-para-masyayikh-puncak-peringatan-2-abad-bahrul-ulum-pengajian-umum
Usia Yang Panjang Merupakan Bukti Keistiqomahan Para Masyayikh. Puncak Peringatan 2 Abad Bahrul Ulum Pengajian Umum
pesan-semangat-dari-cak-imin-di-tambakberas-santri-tak-perlu-khawatir-serangan-jadikan-energi
Pesan Semangat Dari Cak Imin di Tambakberas: Santri Tak Perlu Khawatir Serangan, Jadikan Energi!

Follow Us

Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur

Populer

Terbaru

Rekomendasi

Rubrik
Ilmu Syar’iyyah dan ‘Aqliyyah dalam Kerangka Fardhu Kifayah Al-Ghazali
Ilustrasi
  • By Bukhory
  • Kategori Khazanah
  • Selasa, 03 Maret 2026

Ilmu Syar’iyyah dan ‘Aqliyyah dalam Kerangka Fardhu Kifayah Al-Ghazali

Dalam konstruksi pemikirannya, Al-Ghazali membagi ilmu ke dalam dua kategori besar: fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Pembagian ini bukan sekadar klasifikasi normatif, tetapi menunjukkan bagaimana ilmu bekerja dalam kehidupan individu sekaligus komunitas.

1. Ilmu Fardhu ‘Ain

Ilmu yang bersifat wajib ‘ain adalah ilmu yang harus dipelajari setiap individu Muslim. Jumlahnya tidak banyak dan sangat bergantung pada situasi serta konteks yang dihadapi seseorang. Ilmu ini berkaitan langsung dengan kewajiban personal dalam beragama dan menjalani kehidupan.

2. Ilmu Fardhu Kifayah

Adapun ilmu fardhu kifayah adalah ilmu yang wajib dimiliki oleh sebagian anggota masyarakat sebagai representasi komunitas. Tidak semua orang wajib mempelajarinya, tetapi jika tidak ada satu pun yang menguasainya, seluruh komunitas berdosa.

Ilmu dalam kategori ini sangat dibutuhkan untuk menata kehidupan dunia agar berjalan tertib dan terarah.

 

Dua Jenis Ilmu dalam Fardhu Kifayah

Al-Ghazali membagi ilmu fardhu kifayah ke dalam dua rumpun besar:

1. علوم شرعية (Ilmu Syar’iyyah)

Ilmu yang bersumber dari Allah dan Nabi. Ilmu ini tidak dapat diperoleh melalui jalur non-wahyu. Karena bersumber dari wahyu, ilmu syar’iyyah pada dasarnya termasuk ilmu mahmudah (terpuji).

Namun, ia bisa berubah menjadi madzmumah (tercela) jika dipelajari semata-mata untuk memenangkan perdebatan, mengalahkan lawan, atau mempertahankan kepentingan kelompok. Dalam hal ini, yang tercela bukan ilmunya, melainkan orientasi dan penerapannya.

2. علوم غير شرعية / علوم عقلية (Ilmu ‘Aqliyyah)

Ilmu yang bersumber dari akal, observasi, dan kabar. Kategori ini bukan bentuk dikotomi yang mempertentangkan agama dan non-agama. Al-Ghazali tidak sedang menciptakan dualisme, melainkan menjelaskan fenomena sumber pengetahuan.

Kedua jenis ilmu—syar’iyyah dan ‘aqliyyah—tetap wajib dipelajari, baik secara fardhu ‘ain maupun fardhu kifayah, sesuai hirarkinya.

 

Sumber Ilmu Non-Wahyu

Ilmu non-wahyu dalam kategori ini bersumber dari tiga hal:

1. Akal
Berkaitan dengan nalar dan rasionalitas, seperti matematika dan logika.

2. At-Tajribat (Empiris)
Ilmu yang diperoleh melalui penelitian dan pengalaman, seperti kedokteran dan biologi.

3. As-Sama’ (Kabar)
Informasi yang diterima melalui berita atau transmisi lisan, langsung maupun tidak langsung.
Misalnya, kita mengetahui konflik Rusia dan Ukraina bukan karena menyaksikan langsung, tetapi melalui berita.

Semua ini menjadi perangkat penting dalam membangun dan menata kehidupan dunia.

 

Pembagian Ilmu Non-Syar’i: Terpuji dan Tercela

Ilmu non-syar’i terbagi menjadi dua:

1. Terpuji
Mayoritas ilmu termasuk kategori ini karena bertujuan menata kehidupan dunia agar tertib dan adil.

2. Tercela
Jumlahnya sedikit, seperti ilmu sihir yang digunakan untuk mencelakai orang lain. Hukumnya haram.

 

Pemetaan Ilmu Terpuji Menurut Al-Ghazali

Al-Ghazali memetakan ilmu terpuji ke dalam empat kategori utama (selain klasifikasi lain seperti حاجيات، ضروريات، تحسينات):

1. Ilmu Ushul (Pokok)

Bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Atsar Sahabat. Ini adalah fondasi utama keilmuan Islam.

2. Ilmu Furu’ (Cabang)

Merupakan pengembangan dari ilmu ushul melalui proses ijtihad. Karena teks terbatas sementara realitas terus berkembang, ulama melakukan penggalian makna.

Contohnya hadis:

لَا يَقْضِي الْقَاضِي بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانُ

“Tidaklah seorang hakim memberikan putusan hukum ketika ia sedang dalam keadaan marah.” (HR Ibnu Majah)

Ulama memahami bahwa larangan ini bukan sekadar soal marah, tetapi setiap kondisi yang mengganggu stabilitas mental hakim. Dalam ushul fiqh, pemahaman seperti ini dikenal sebagai mafhum (muwafaqah atau mukhalafah).

Ilmu furu’ terbagi menjadi dua:

مصالح الدنيا (Kemaslahatan Dunia)
Wilayah ahli fiqih. Karena itu ulama fiqih sering disebut العلماء الدنيا. Sebutan ini kerap menimbulkan kesalahpahaman, padahal fiqih selama ini dianggap sebagai ilmu bergengsi dan menjadi fokus banyak ulama besar.

مصالح الآخرة (Kemaslahatan Akhirat)
Wilayah tasawuf, sebagaimana dibahas dalam Ihya’ (bab 3).

3. Ilmu Muqaddimat (Pengantar)

Ilmu alat seperti nahwu, sharaf, balaghah, dan sastra.

4. Ilmu Mutammimat (Penyempurna)

Seperti tajwid dan qira’at. Misalnya dalam QS Al-Fatihah:
ملك يوم الدين dibaca pendek (Malik) atau panjang مالك (Mālik).

 

Fiqih sebagai Ilmu Dunia?

Sebagaimana telah diperkirakan Al-Ghazali, ada yang menyanggah ketika fiqih disebut sebagai ilmu dunia. Ia menjawab bahwa manusia hidup di dunia sebagai jalan menuju akhirat. Tidak mungkin mencapai akhirat tanpa melalui dunia.

Dunia sendiri memiliki dua kondisi:

1. Tertib, ketika keadilan ditegakkan.

2. Kacau, ketika manusia dikuasai syahwat kepentingan pribadi atau kelompok.

Faktanya, dunia tidak selalu tertib. Karena itu dibutuhkan orang yang memahami aturan dan cara mengelolanya.

Al-Ghazali menyatakan:

ﻓﺎﻟﻔﻘﻴﻪ ﻫﻮ اﻟﻌﺎﻟﻢ ﺑﻘﺎﻧﻮﻥ اﻟﺴﻴﺎﺳﺔ ﻭﻃﺮﻳﻖ اﻟﺘﻮﺳﻂ ﺑﻴﻦ اﻟﺨﻠﻖ ﺇﺫا ﺗﻨﺎﺯﻋﻮا ﺑﺤﻜﻢ اﻟﺸﻬﻮاﺕ

Ahli fiqih adalah orang yang memahami hukum politik dan jalan moderasi ketika manusia berselisih karena dorongan syahwat.

Dalam kerangka ini:

1. Ahli fiqih berperan sebagai pembuat aturan (legislatif).

2. Penguasa berperan sebagai pelaksana aturan (eksekutor).

 

Dunia dan Akhirat: Relasi yang Tak Terpisah

Dalam Ihya’ (hlm. 7), Al-Ghazali menegaskan:

ﻭﻟﻌﻤﺮﻱ ﺇﻧﻪ ﻣﺘﻌﻠﻖ ﺃﻳﻀﺎً ﺑﺎﻟﺪﻳﻦ ﻟﻜﻦ ﻻ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﺑﻞ ﺑﻮاﺳﻄﺔ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﺈﻥ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻣﺰﺭﻋﺔ اﻵﺧﺮﺓ ﻭﻻ ﻳﺘﻢ الدين الابالدنيا. والملك والدين توأمان؛ فالدين أصل والسلطان حارس، وما لا أصل له فمهدوم، وما لا حارس له فضائع، ولا يتم الملك والضبط إلا بالسلطان

“Sesungguhnya dunia adalah ladang bagi akhirat. Tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama adalah saudara kembar; agama adalah fondasi dan penguasa penjaganya. Apa yang tidak memiliki fondasi akan runtuh, dan apa yang tidak memiliki penjaga akan hilang.”

 

Di sinilah posisi ilmu dunia menemukan legitimasi spiritualnya: ia bukan pesaing agama, melainkan jembatan menuju kesempurnaan agama.

Sebagai catatan akhir, kemenangan mayoritas tidak selalu identik dengan keadilan. Keadilan adalah kesepakatan yang menjamin seluruh elemen masyarakat—mayoritas maupun minoritas—merasakan ketertiban dan perlindungan.

Wallahu a‘lam.


Ditulis oleh: Hj. Nidaussa’adah, M.Pd.I


Artikel ini dibaca sebanyak 10 Kali
al-Ghazali Bahrul 'Ulum Tambakberas
  • Image
  • Image

Baca Juga

  • Lubang di Surga Negeri Ini

  • KEUTAMAAN MEMILIKI ANAK PEREMPUAN

  • TAKHRIJ HADITS

  • Belajar Organisasi (1): Membuat Perencanaan

  • TAFAKKUR

Info Terbaru

  • Home
  • Artikel
  • Info
  • Foto
  • Video
  • Kontak

PENDIDIKAN FORMAL

  • Paud Al-Firdaus
  • TK Muslimat 2 Bahrul Ulum
  • MI Bahrul Ulum
  • MTsN Tambakberas
  • MTs Plus Bahrul Ulum
  • MTs FH Bahrul Ulum
  • SMP Bahrul Ulum
  • MAN Tambakberas
  • MA WH. Bahrul Ulum
  • MA Bahrul Ulum
  • MA FH Bahrul Ulum
  • MMA Bahrul Ulum
  • MAI Bahrul Ulum
  • SMU Bahrul Ulum
  • SMK Kreatif Bahrul Ulum
  • SMK TI Bahrul Ulum
  • IAIBAFA Tambakberas
  • STIKES Bahrul Ulum
  • UNWAHA Tambakberas

KONTAK

  • ALAMAT

    Jl. Kyai Haji Wahab Hasbullah No.80, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61451

  • NO. TELEPHONE

    (0321) 869955

  • ALAMAT EMAIL

    yayasan@tambakberas.com

Logo

© Hak Cipta 2018. Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, All Rights Reserved.

Developed By BismaLabs.co.id