Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
  • Home
  • Profil
    • Pondok Pesantren Bahrul Ulum
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Sejarah Nama dan Lambang
    • Sejarah Pondok Bahrul Ulum
    • Unit Madrasah
  • Artikel
  • Info
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Kategori
    • Khutbah
    • Serambi Pesantren
    • Tokoh
    • BU Corner
    • Khazanah
    • Bahtsul Masail
    • HUMAPON
    • HISBU
  • Kontak
Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
  • Home
  • Profil
    • Pondok Pesantren Bahrul Ulum
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Sejarah Nama dan Lambang
    • Sejarah Pondok Bahrul Ulum
    • Unit Madrasah
  • Artikel
  • Info
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Kategori
    • Khutbah
    • Serambi Pesantren
    • Tokoh
    • BU Corner
    • Khazanah
    • Bahtsul Masail
    • HUMAPON
    • HISBU
  • Kontak
  • Unit Madrasah
  • Login

Konten Terbaru

kyai-fattah-santri-yaopo-yaopo-kudu-mulang
Kyai Fattah: Santri Yaopo-Yaopo Kudu Mulang
usia-yang-panjang-merupakan-bukti-keistiqomahan-para-masyayikh-puncak-peringatan-2-abad-bahrul-ulum-pengajian-umum
Usia Yang Panjang Merupakan Bukti Keistiqomahan Para Masyayikh. Puncak Peringatan 2 Abad Bahrul Ulum Pengajian Umum
pesan-semangat-dari-cak-imin-di-tambakberas-santri-tak-perlu-khawatir-serangan-jadikan-energi
Pesan Semangat Dari Cak Imin di Tambakberas: Santri Tak Perlu Khawatir Serangan, Jadikan Energi!

Follow Us

Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur

Populer

Terbaru

Rekomendasi

Rubrik
Kenapa kita harus cinta kepada Nabi?
Kenapa kita harus cinta nabi
  • By Bukhory
  • Kategori Khazanah
  • Selasa, 02 September 2025

Kenapa kita harus cinta kepada Nabi?

Di bulan Rabi'ul Awal ini umat islam terutama di Indonesia sering mengadakan kegiatan peringatan hari lahir nabi yang diiringi dengan pembacaan shalawat, hadist, ayat dan syiir-syiir yang menunjukkan rasa cinta dan rindu kepada nabi Muhammad Saw.

Akan tetapi, dengan banyaknya kegiatan perayaan dalam rangka cinta kepada kanjeng nabi, pernahkah kita merenungkan landasan cinta tersebut, serta mengkaji dan memahami hakikat sebenarnya cinta itu.
Hadist Tentang Cinta Nabi
Mengenai hal itu, terdapat satu hadist yang menjelaskan tentang mahabbah (cinta) terhadap Allah dan RasulNya, yaitu hadist yang diriwayatkan sahabat Anas bin Malik dalam kitab Sahih Bukhary sebagai berikut
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتّى يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمّا سِوَاهُمَا، وَحَتّى يُقْذَفَ فِي النَّارِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِن أَنْ يَعُودَ فِي كُفْرٍ بَعْدَ إِذْ نَجّاهُ اللَّهُ مِنْهُ، وَلَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian hingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada segala sesuatu selain keduanya. Dan hingga ia lebih suka dilemparkan ke dalam api neraka daripada kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya darinya. Dan tidak sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku (Rasulullah) lebih ia cintai daripada anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia.”
Dalam kitab Syarh Shahih al-Bukhory, Ibnu Bathol menjelaskan mahabbah itu dibagi menjadi tiga, mahabbah mengagungkan sebagaimana cinta kita kepada orang tua, mahabbah kasih sayang seperti kepada anak, dan mahabbah karena kekaguman seperti kepada orang pada umumnya¹.
Makna hadist ini (menurut Imam Ibnu Bathal): seharusnya seseorang lebih mencintai kepada Nabi Muhammad melebihi dari anak, ayah, dan orang lain atas jasanya yang telah menyelamatkan umatnya dari neraka dan memberikan petunjuk supaya tidak tersesat².
Pengaplikasian bentuk cinta tersebut dijelaskan oleh Qodhi 'Iyadh yaitu dengan cara menegakkan sunnah nabi, menjaga syariat, serta berangan-angan seandainya hidup di zamannya agar bisa mengorbankan harta dan jiwa untuk beliau. Hakikat iman, menurut beliau, tidak akan sempurna kecuali dengan meninggikan derajat Nabi ﷺ di atas semua orang tua, anak, pemberi kebaikan, dan siapa pun yang berjasa. Barangsiapa yang tidak meyakini hal ini, maka ia belum beriman dengan sempurna³.
Masuk Surga Modal Cinta
Salah satu kisah unik yang menggambarkan keutamaan mencintai Nabi tercermin dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dalam kitab Shahih al-Bukhary, sebagai berikut:
وَقَدْ قَالَ أَعْرَابِيٌّ لِلنَّبِيِّ ﷺ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الرَّجُلُ يُحِبُّ الْقَوْمَ وَلَمَّا يَلْحَقْ بِهِمْ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ.
وَقَامَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَهُوَ يَخْطُبُ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَتَى السَّاعَةُ؟ فَقَالَ: مَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟ قَالَ: مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلَاةٍ وَلَا صِيَامٍ، إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ. فَقَالَ ﷺ: أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ.
Seorang Badui berkata kepada Nabi: "Wahai Rasulullah, seseorang mencintai suatu kaum, namun ia belum bergabung dengan mereka. Apakah ia akan bersamanya?"
Rasulullah menjawab:
"Seseorang itu bersama orang yang ia cintai." Kemudian seorang Badui datang menemui Rasulullah ﷺ saat beliau sedang berkhutbah dan bertanya "Wahai Rasulullah, kapan terjadinya Hari Kiamat?"
Beliau ﷺ bertanya: "Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?"
Orang itu menjawab: "Aku tidak mempersiapkan banyak amal shalih berupa shalat atau puasa, kecuali bahwa aku mencintai Allah dan Rasul-Nya."
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Engkau akan bersama orang yang engkau cintai."⁴
Cerita tersebut menunjukkan bagaimana posisi cinta kepada Nabi. Cinta menduduki peringkat pertama karena ia menjadi akar dari seluruh ibadah yang ada, serta menjadi pemicu rasa cinta kepada Allah Swt.
Dengan cinta kepada Nabi membuat kita meneladani sosok paling agung, menghormati orang paling berjasa dalam agama, serta memosisikan beliau sebagai role model utama dalam kehidupan ini. Wallahua'lam.
¹Ibnu Bathal, Syarh Shahih al-Bukhary, (Saudi: Maktabah al-Rusyd, 2003), jil.1, hlm 65
²Ibid
³Muhammad Bin Yusuf, Al-Kawakibu Ad-Darori Syarh Shahih al-Bukhary, maktabah Dar ihya’ turats, jilid 1 hlm 99.
⁴Shahih al-Bukhary hadist

Artikel ini dibaca sebanyak 1156 Kali
Sirah Nabawi Mahabbah Cinta
  • Image
  • Image

Baca Juga

  • Lubang di Surga Negeri Ini

  • KEUTAMAAN MEMILIKI ANAK PEREMPUAN

  • TAKHRIJ HADITS

  • Belajar Organisasi (1): Membuat Perencanaan

  • TAFAKKUR

Info Terbaru

  • Home
  • Artikel
  • Info
  • Foto
  • Video
  • Kontak

PENDIDIKAN FORMAL

  • Paud Al-Firdaus
  • TK Muslimat 2 Bahrul Ulum
  • MI Bahrul Ulum
  • MTsN Tambakberas
  • MTs Plus Bahrul Ulum
  • MTs FH Bahrul Ulum
  • SMP Bahrul Ulum
  • MAN Tambakberas
  • MA WH. Bahrul Ulum
  • MA Bahrul Ulum
  • MA FH Bahrul Ulum
  • MMA Bahrul Ulum
  • MAI Bahrul Ulum
  • SMU Bahrul Ulum
  • SMK Kreatif Bahrul Ulum
  • SMK TI Bahrul Ulum
  • IAIBAFA Tambakberas
  • STIKES Bahrul Ulum
  • UNWAHA Tambakberas

KONTAK

  • ALAMAT

    Jl. Kyai Haji Wahab Hasbullah No.80, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61451

  • NO. TELEPHONE

    (0321) 869955

  • ALAMAT EMAIL

    yayasan@tambakberas.com

Logo

© Hak Cipta 2018. Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, All Rights Reserved.

Developed By BismaLabs.co.id