Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
  • Home
  • Profil
    • Pondok Pesantren Bahrul Ulum
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Sejarah Nama dan Lambang
    • Sejarah Pondok Bahrul Ulum
    • Unit Madrasah
  • Artikel
  • Info
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Kategori
    • Khutbah
    • Serambi Pesantren
    • Tokoh
    • BU Corner
    • Khazanah
    • Bahtsul Masail
    • HUMAPON
    • HISBU
  • Kontak
Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
  • Home
  • Profil
    • Pondok Pesantren Bahrul Ulum
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Sejarah Nama dan Lambang
    • Sejarah Pondok Bahrul Ulum
    • Unit Madrasah
  • Artikel
  • Info
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Kategori
    • Khutbah
    • Serambi Pesantren
    • Tokoh
    • BU Corner
    • Khazanah
    • Bahtsul Masail
    • HUMAPON
    • HISBU
  • Kontak
  • Unit Madrasah
  • Login

Konten Terbaru

kyai-fattah-santri-yaopo-yaopo-kudu-mulang
Kyai Fattah: Santri Yaopo-Yaopo Kudu Mulang
usia-yang-panjang-merupakan-bukti-keistiqomahan-para-masyayikh-puncak-peringatan-2-abad-bahrul-ulum-pengajian-umum
Usia Yang Panjang Merupakan Bukti Keistiqomahan Para Masyayikh. Puncak Peringatan 2 Abad Bahrul Ulum Pengajian Umum
pesan-semangat-dari-cak-imin-di-tambakberas-santri-tak-perlu-khawatir-serangan-jadikan-energi
Pesan Semangat Dari Cak Imin di Tambakberas: Santri Tak Perlu Khawatir Serangan, Jadikan Energi!

Follow Us

Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur

Populer

Terbaru

Rekomendasi

Rubrik
SKS : Sistem Kebut Sya’ban
Ilustrasi
  • By Bukhory
  • Kategori Khazanah
  • Kamis, 22 Januari 2026

SKS : Sistem Kebut Sya’ban

Ibarat kitab yang bolong maknanya tetapi sudah mau taftisan, para santri yang panik seringkali melakukan SKS atau sering diartikan sebagai sistem kebut semalam untuk menambal makna kitab yang bolong-bolong.

 

bulan sya’ban juga menjadi gerbang batas terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan selanjutnya. Banyak orang yang masih bolong puasa di Ramadhan tahun sebelumnya juga melakukan SKS atau Sistem Kebut Sya’ban untuk mengqodho’ sisa puasa Ramadhon yang masih bolong sebelum memasuki Ramadhan selanjutnya.

Apasih alasan banyak orang yang mengqodho sebelum Ramadhan lagi?

 

Mengapa kita harus buru-buru? Karena Ramadhan adalah tamu agung. Logikanya begini: Bagaimana mungkin kita menyambut tamu baru di ruang tamu, sementara 'piring kotor' dari jamuan tahun lalu masih berantakan di meja? Melunasi utang puasa di bulan Sya’ban adalah cara kita membersihkan 'meja' batin agar layak menerima keberkahan Ramadhan yang baru.

 

Banyak yang terjebak dalam fenomena SKS (Sistem Kebut Sya'ban) karena memang Sya'ban secara historis disebut sebagai bulan di mana manusia banyak yang lalai (Syahrul Ghaflah). Kita terlalu fokus merayakan kehebatan bulan Rajab dan terlalu antusias menanti Ramadhan, sampai lupa ada 'tanggung jawab administratif' yang menggantung di bulan Sya'ban.

 

Jika kepada manusia saja kita merasa tidak enak hati saat menunda bayar hutang, apalagi kepada Sang Khalik? Di pesantren kita diajarkan prinsip

دَيْنُ اللّٰهِ أَحَقُّ اَنْ يُقْضٰى

“Hutang kepada Allah lebih berhak untuk dilunasi.”

Sya’ban adalah batas toleransi terakhir sebelum 'bunga' berupa denda fidyah mulai dihitung.

 

Mengapa demikian? Karena dalam kacamata syariat, menunda kewajiban hingga melewati batas waktunya bukan sekadar masalah 'lupa', melainkan ada konsekuensi ta'zir (edukasi hukum) yang menyertainya. Ibarat denda keterlambatan buku perpustakaan, dalam fiqih kita mengenal istilah Fidyah atau Dosa Kelalaian. Lantas, bagaimana jika hutang puasa ini tetap tidak selesai hingga tenggat waktu Ramadhan tahun depan tiba?

 

Pada dasarnya, ketika seseorang meninggalkan puasa di bulan Ramadhan, dia hanya diwajibkan untuk mengodho’nya sesuai jumlah puasa yang ia tinggalkan. Aturan ini berlaku sampai sebelum ia memasuki bulan Ramadhan berikutnya. Lalu jika ia belum mengqodhanya sampai bulan Ramadhan yang akan datang, hukuman apa yang akan menunggunya?

 

Jika sampai memasuki bulan Ramadhan selanjutanya, maka selain kewajiban qodho’, dia juga diwajibkan membayar fidyah sebanyak 1 mud untuk tiap hari yang hutang puasanya yang belum terbayar. Fidyah sebesar satu mud (0,6 Kg atau 3/4 liter) beras (untuk umumnya masyarakat Indonesia). Fidyah berupa makanan pokok tersebut diberikan kepada fuqara dan orang miskin. Fidyah sekian mud di madzhab Syafi’i boleh diberikan kepada orang fakir atau orang miskin yang sama.

 

Aturan ini juga beerlaku jika sampai Ramadhan tahun depannya lagi belum terbayar, maka ia akan di diwajibkan qodlo’ dan doble fidyah. Begitu juga di tahun depannya lagi, dika masih belum terbayar maka selain qodlo’, ia juga dikenakan triple fidyah. dan seterusnya. simpelnya seperti ini:

Bayar SEBELUM Ramadhan tiba:

Cukup Qodho (Puasa saja). Gratis biaya admin!

Kebablasan 1 kali Ramadhan:

Qodho + 1 Mud Fidyah (± 0,6 Kg beras).

Kebablasan 2 kali Ramadhan:

Qodho + 2 Mud Fidyah (± 1,2 Kg beras).

Kebablasan N tahun:

Qodho + (N x 1 Mud Fidyah).

Jangan sampai SKS kamu gagal tahun ini. Mumpung masih ada sisa hari di bulan Sya’ban, yuk kebut qodho-nya !!!

 
   

Artikel ini dibaca sebanyak 201 Kali
Bahrul 'Ulum Ramadhan Qodho' Tambakberas
  • Image
  • Image

Baca Juga

  • Lubang di Surga Negeri Ini

  • KEUTAMAAN MEMILIKI ANAK PEREMPUAN

  • TAKHRIJ HADITS

  • Belajar Organisasi (1): Membuat Perencanaan

  • TAFAKKUR

Info Terbaru

  • Home
  • Artikel
  • Info
  • Foto
  • Video
  • Kontak

PENDIDIKAN FORMAL

  • Paud Al-Firdaus
  • TK Muslimat 2 Bahrul Ulum
  • MI Bahrul Ulum
  • MTsN Tambakberas
  • MTs Plus Bahrul Ulum
  • MTs FH Bahrul Ulum
  • SMP Bahrul Ulum
  • MAN Tambakberas
  • MA WH. Bahrul Ulum
  • MA Bahrul Ulum
  • MA FH Bahrul Ulum
  • MMA Bahrul Ulum
  • MAI Bahrul Ulum
  • SMU Bahrul Ulum
  • SMK Kreatif Bahrul Ulum
  • SMK TI Bahrul Ulum
  • IAIBAFA Tambakberas
  • STIKES Bahrul Ulum
  • UNWAHA Tambakberas

KONTAK

  • ALAMAT

    Jl. Kyai Haji Wahab Hasbullah No.80, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61451

  • NO. TELEPHONE

    (0321) 869955

  • ALAMAT EMAIL

    yayasan@tambakberas.com

Logo

© Hak Cipta 2018. Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, All Rights Reserved.

Developed By BismaLabs.co.id