Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
  • Home
  • Profil
    • Pondok Pesantren Bahrul Ulum
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Sejarah Nama dan Lambang
    • Sejarah Pondok Bahrul Ulum
    • Unit Madrasah
  • Artikel
  • Info
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Kategori
    • Khutbah
    • Serambi Pesantren
    • Tokoh
    • BU Corner
    • Khazanah
    • Bahtsul Masail
    • HUMAPON
    • HISBU
  • Kontak
Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
  • Home
  • Profil
    • Pondok Pesantren Bahrul Ulum
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • Sejarah Nama dan Lambang
    • Sejarah Pondok Bahrul Ulum
    • Unit Madrasah
  • Artikel
  • Info
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Kategori
    • Khutbah
    • Serambi Pesantren
    • Tokoh
    • BU Corner
    • Khazanah
    • Bahtsul Masail
    • HUMAPON
    • HISBU
  • Kontak
  • Unit Madrasah
  • Login

Konten Terbaru

kyai-fattah-santri-yaopo-yaopo-kudu-mulang
Kyai Fattah: Santri Yaopo-Yaopo Kudu Mulang
usia-yang-panjang-merupakan-bukti-keistiqomahan-para-masyayikh-puncak-peringatan-2-abad-bahrul-ulum-pengajian-umum
Usia Yang Panjang Merupakan Bukti Keistiqomahan Para Masyayikh. Puncak Peringatan 2 Abad Bahrul Ulum Pengajian Umum
pesan-semangat-dari-cak-imin-di-tambakberas-santri-tak-perlu-khawatir-serangan-jadikan-energi
Pesan Semangat Dari Cak Imin di Tambakberas: Santri Tak Perlu Khawatir Serangan, Jadikan Energi!

Follow Us

Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur

Populer

Terbaru

Rekomendasi

Rubrik
Tips Hadapi Murid yang Susah Paham
  • By Azam Najib
  • Kategori Khazanah
  • Jumat, 05 Juli 2019

Tips Hadapi Murid yang Susah Paham

tambakberas.com- Kepala Madrasah Muallimin Bahrul Ulum, KH Abdul Nashir Fattah memberikan tips untuk seorang guru yang menemukan muridnya tidak pintar dan susah diatur, agar guru yang bernasib demikian tidak tersiksa batinnya.

"Dalam hal mengajar, jangan melihat kualitas peserta didik. Cukup niatkan dalam diri untuk memberi pengetahuan kepada mereka. Sehingga jika ada peserta didik yang tidak pintar atau belum faham, tidak muncul kegelisahan dalam hati," katanya saat pengajian rutinan di Pesantren Al-Fathimiyah Bahrul Ulum.

Lanjutnya, seorang guru perlu menanamkan pula dalam hatinya bahwa murid mendapatkan ilmu semata-mata karena pemberian Allah SWT. Guru hanya jadi wasilah atau lantaran saja. Hal ini penting agar para guru terhindar dari sifat sombong bila muridnya sukses dan tidak sakit hati bila muridnya bodoh.

"Perlu menata niat saat mengajar, niat yang baik yaitu khidmat pada murid dan mengamalkan ilmu. Hak murid mendapatkan ilmu harus disalurkan dengan baik, walaupun butuh kesabaran ekstra," tambahnya.

Rais Syuriah Nahdlatul Ulama Jombang ini menyebutkan, seorang guru haruslah berperan sebagai pemberi informasi yang sudah turun temurun didapatkan dari rantai sanad keilmuan yang jelas, hal ini Untuk menjaga kemulian ilmu itu sendiri dan inilah arti pentingnya sanad keilmuan.

"Mengajar adalah hal mulia. Baik di sekolah maupun pesantren, orang tua dari murid atau santri menitipkan anak mereka untuk diajar. Sudah seharusnya sebagai guru hendaknya menata niat untuk berkhidmah dengan ikhlas. Dengan begitu, guru melaksanakan apa yang telah diperintakan Allah SWT," paparnya.

Ilmu ibarat air yang mengalir melalui pipa, murid sebagai gelas, dan guru sebagai pipa. Air jernih akan tetap jernih jika gelas dan pipanya bersih. Begitu pula ilmu, bukan hanya murid yang hatinya harus bersih, namun guru sebagai 'pipa' yang menyalurkan ilmu juga harus bersih. Sehingga kejernihan ilmu tersebut dapat didapatkan oleh murid.

"Guru saya Sayyid Muhammad Alawi pernah berpesan, ilmuku ini tidak banyak, aku ya bukan ahli puasa. Namun aku memiliki harapan untuk bisa terus berkhidmah. Dengan begitu, kita tidak hanya melakukan proses pertukaran ilmu, namun juga untuk saling tolong menolong antar sesama, dalam konteks ini ialah guru dan murid," ungkap Kiai Nasir.

Kiai Nasir juga berpesan pada para murid untuk menjaga niat mencari ilmu, niat utama yaitu mencari ridlo Allah dan menghilangkan kebodohan, Sehingga dirinya kembali bisa membantu masyarakat sekitar.  

"Belajar di pondok jangan bertujuan mencari kepintaran. Sekarang banyak orang pintar, namun hanya peduli dengan dirinya sendiri. Jadilah seseorang yang tanggap. Tanggap akan masalah yang menimpa disekitar, tanggap kapan saatnya berbicara, kapan saatnya diam," ujarnya. 

Tanda ilmu murid yang bermanfaat atau tidak, maka bisa dilihat dalam ucapannya. Orang yang berilmu dan manfaat tidak mudah berbicara tanpa menimbang dampak apa yang dibicarakan. Hal itu pertanda ilmunya manfaat dan barokah karena sangat berhati-hati.

"Sekarang banyak orang pintar tapi tidak bisa menjaga ucapannya, itu berarti ilmunya tidak manfaat," tandasnya. (Syarif Abdurrahman)


Artikel ini dibaca sebanyak 5660 Kali
Kiai nasir Madrasah muallimin Tips guru mengajar Niat mengajar
  • Image
  • Image

Baca Juga

  • Lubang di Surga Negeri Ini

  • KEUTAMAAN MEMILIKI ANAK PEREMPUAN

  • TAKHRIJ HADITS

  • Belajar Organisasi (1): Membuat Perencanaan

  • TAFAKKUR

Info Terbaru

  • Home
  • Artikel
  • Info
  • Foto
  • Video
  • Kontak

PENDIDIKAN FORMAL

  • Paud Al-Firdaus
  • TK Muslimat 2 Bahrul Ulum
  • MI Bahrul Ulum
  • MTsN Tambakberas
  • MTs Plus Bahrul Ulum
  • MTs FH Bahrul Ulum
  • SMP Bahrul Ulum
  • MAN Tambakberas
  • MA WH. Bahrul Ulum
  • MA Bahrul Ulum
  • MA FH Bahrul Ulum
  • MMA Bahrul Ulum
  • MAI Bahrul Ulum
  • SMU Bahrul Ulum
  • SMK Kreatif Bahrul Ulum
  • SMK TI Bahrul Ulum
  • IAIBAFA Tambakberas
  • STIKES Bahrul Ulum
  • UNWAHA Tambakberas

KONTAK

  • ALAMAT

    Jl. Kyai Haji Wahab Hasbullah No.80, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61451

  • NO. TELEPHONE

    (0321) 869955

  • ALAMAT EMAIL

    yayasan@tambakberas.com

Logo

© Hak Cipta 2018. Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, All Rights Reserved.

Developed By BismaLabs.co.id