Pondok Pesantren Bahrul Ulum, tahun ini kembali terpilih mewakili kabupaten Jombang dalam ajang Pondok Pesantren Idol for Road Safety (PONIRAS) yang di adakan Polda Jawa Timur. Seperti tahun sebelumnya, sistem zonasi kabupaten masih diberlakukan dalam penataan lomba, dan Jombang masuk zona III, meliputi Nganjuk, Kediri, Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.
Tim penilai dari Dirlantas Polda Jatim, Kompol Ariek Indra Sentanu Saat melakukan kunjungan ke Bahrul Ulum, kamis (6/12), dengan seksama melihat dan menilai kemampuan para santri dalam baris berbaris, mengendarai motor, kemampuan berorasi mengajak masyarakat sadar tertib lalu lintas, dan melakukan tes tulis terkait peraturan lalu lintas. Tanpa diduga, tim penilai polda juga disodori suguhan drama teatrikal santri yang menggambarkan perilaku pengguna jalan yang tidak tertib aturan.
“Luar biasa, saya sangat terkesima sekali, terutama suguhan teatrikal tadi, tidak kalah dengan yang ada diluar, sudah kelas nasional tampilannya”. Tanggapan kompol Ariek setelah melihat penampilan teatrikal santri.
“Harapan kami, mewakili Polda Jatim, dengan kemampuan santri yang menjajikan, akan menjadi pelajaran dan contoh masyarakat, terutama para pelajar, anak-anak muda diluar, bagaimana cara berkendara dengan baik, sehingga, kenapa Jombang bisa begitu tertib dalam lalu lintas? Karena Jombang kota santri, dan santri bisa memberi contoh yang baik” lanjutnya.

Kompol Ariek Indra Sentanu bersama jajaran yayasan PPBU
Sementara, ketua yayasan Bahrul Ulum, ketika mendampingi tim Dirlantas Polda Jatim, menyampaikan banyak terimakasih atas kunjungan tim Polda Jatim, sekaligus mengapresiasi santri dalam hal tertib berkendara dan berlalu lintas.
“Semoga partisipasi ini bisa menunjukan hasil yang positif dan memuaskan, melihat apa yang dilakukan para santri tadi, kami yakin akan memperoleh hasil yang menggembirakan, harapan kami, kedepan santri bisa menjadi contoh masyarakat dalam tertib berlalu lintas, dan muncul banyak santri yang melanjutkan ke kepolisian, sehingga nanti akan bisa memberikan warna”
Hasil pantauan dilapangan uji, nampak para santri terlihat sudah mahir dan tanpa kecanggungan dalam menunjukkan kebolehannya, semua dilalui tanpa ada kesalahan. “Lokasi uji kemampuan santri dalam berlalu lintas sengaja dipusatkan di halaman kantor yayasan Bahrul ulum, sedangkan tes tulis dan wawancara ditempatkan di ruang tamu, agar santri-santri yang lainnya bisa belajar etika berkendara dan mengerti, betapa pentingnya berlaku tertib dijalan”. terang Gus Syifak, sekretaris yayasan. “Tahun ini kita berharap menjadi pemenang lagi seperti tahun kemarin, kalau melihat kecakapan anak-anak tadi, kami masih punya keyakinan sebagai pemenang, insyaAlloh bisa. (Az)