tambakberas.com - As-Sa’idiyah 2, salah satu Ribath Pondok Pesantren Bahrul Ulum, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 14. Acara yang dihadiri oleh Bupati Jombang ibu Nyai Hj Munjidah Wahab dan Ketua Umum Yayasan Bahrul Ulum KH.Wafiyul Ahdi, M.HI, diadakan di halaman Masjid Sunan Kalijogo desa Sariloyo Tambakrejo (24/2). Dihadapan para tamu undangan yang memenuhi lokasi acara, Ibu Nyai Hj Munjidah Wahab berkenan memberikan mauidhoh hasanah.
“para santri harus giat menekuni kitab-kitab pesantren, tantangan kedepan membutuhkan jawaban kalian, mumpung kalian masih ada di pesantren, giatlah belajar” pesan beliau.
Sementara KH.Wafiyul Ahdi, dalam sambutannya tidak jauh berbeda dengan ibu Nyai Munjidah. Gus Wafi, sapaan akrabnya, hanya mengingatkan kembali kepada para santri, bahwa pesantren yang diasuh oleh KH. Ahmad Hasan, MPd.I dan ibu Nyai Hj.Umdatul Choirot mempunyai kekhususan tersendiri, beliau berdua ini orang-orang yang bertangan dingin, mampu mendidik santri dengan ketelatenan, bahkan demi kemampuan kalian untuk bisa baca kitab, dipesantrennya di ajarkan kitab Amtsilati atau metode cara cepat baca kitab kuning, Kitab yang dikarang oleh KH.Taufiqul Hakim dari Jepara.
Rangkaian acara ulang tahun Ribath As-Sa’idiyah 2 yang ke 14 ini sekaligus juga Harlah ke 6 Pengajian Jamaah ibu-ibu janda dari masyarakat sekitar, Harlah ke 5 Rutinan Pengajian kitab kuning tiap Ahad bagi walisantri dan masyarakat, Harlah Bayt Al Qur'an dan Masjid Sunan Kalijogo ke 2, Wisuda Madrasah Diniyah, Wisuda Kitab Amtsilati dan peringatan kegiatan rutinan bhaksos tiap jumat pon.
Di sesi akhir, sebelum memimpin do’a, KH. Ahmad Hasan berpesan agar setelah hatam kitab Amtsilati, para santri diharap mempunyai kesiapan dalam mengaji dan mengkaji kitab kuning.
“semakin sering mengaji, maka kalian semakin mempraktekkan keilmuan Amtsilati yang baru saja kalian pelajari, dan ketika semakin sering digunakan, insyalloh akan semakin mengerti”. (panwis)