tambakberas.com -
Rangkaian giat Alhaflatul Kubro Bahrul Ulum (hari ulang tahun pondok ke- 194 dan madrasah ke 104) pagi ini, ahad (28/4) di isi dengan kegiatan sosial masyarakat "Khitan Massal".
Bertempat di GSG Hasbulloh Said para mahtunin mulai berkumpul sejak pukul 06.00 nampak ragam ekspresi lucu mewarnai wajah-wajah peserta khitan, diawali dengan tahlil dan kirim do'a yang di pimpin oleh Agus H. jauharudin Fatih sekaligus membuka rangkaian acara khitan, dilanjut ketua umum yayasan PPBU dan disambung KH. Hamid Bisri sambutan mewakili RS Nahdlatul Ulama Jombang.
Hadir ditengah acara, beberapa Pengasuh, Bunyai dan Ning Nyai PPBU, diantaranya, Ibu Nyai Muhtaroh alfatih, Ibu Nyai Aminatussurur, Ibu Nyai Zubaidah Nasrulloh, Ibu Nyai Ummu Chanifah Taufiq, KH kholid Mas'ud, KH Syifak Malik, KH. Abdul Jabar, KH. Fatkhulloh, KH Nuril Hida, dari jajaran Madrasah nampak hadir H. M. Sutrisno, M.pdI, Drs. H. Abdul Hakim.
Agenda rutin dalam rangka alkhaflatul kubro PPBU sejak dulu memang terdiri dari bermacam-macam program kegiatan, dan level kegiatan pun mulai tingkat lokal hingga jawa timur, salah satunya ya khitan massal, ini sebagai wujud sinambung kemasyarakatan dan pesantren, alhamdulillah peserta khitan tahun ini mencapai 25 anak, papar Gus Rudin, ketua bidang Humas YPPBU.
Disela acara, Gus Mamik (panggilan akrab KH Hamid Bisri) menyampaikan rasa terimakasih banyak atas nama RSNU yang telah tiga kali diajak kerjasama oleh yayasan PP Bahrul Ulum dalam pelaksanaan khitan massal, kami berharap kerja bareng ini bisa terus terjalin, karena RSNU Jombang dalam wujud pengabdiannya tidak bisa lepas dari lingkup pesantren.
Rasa bahagia dan cemas terlihat di beberapa wali mahtunin, salahsatunya diungkapkan oleh Ainur Rofiq wali khitan dari Moch. Ilham Nur Rofiq dari perum BU Asri jombang.
"Kami sangat bahagia, karena satu tugas kami sebagai orangtua yaitu menghitankan anak sudah terlaksana berkat adanya khitan massal yang dilaksanakan PPBU, tapi agak cemas juga, jangan-jangan nanti anak kami gak berani pas mau di sunat, kalo sampai lari wah gawat nanti" candanya. (Az)