Tambakberas.com - Keamanan dan ketertiban (Kamtib) di lingkungan pondok pesantren dinilai penting dilakukan untuk menciptakan situasi pondok yang aman dan nyaman.
Seperti di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamtib dibentuk dari unsur santri sendiri. Hal ini sudah berjalan cukup lama di pesantren yang didirikan almaghfurlah KH Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) sebagai pendiri sekaligus penggerak Nahdlatul Ulama (NU).
Kamis (15/11/2018) lalu di Gedung Serba Guna (GSG) KH. Hasbullah Sa’id, sekitar 120 santri mengikuti kegiatan Bina Mental SIGAP (Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan) untuk meningkatkan kualitas Kamtib pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Beragam materi terkait Kamtib disampaikan oleh jajaran TNI dan Polri setempat.
Tito Kadarisman, Komandan SIGAP pertama menyatakan, bahwa khidmat di pesantren di bidang Kamtib memberikan keberkahan tersendiri dalam hidupnya. Ia mengaku sebab khidmat tersebut dapat mengantarkannya pada amanah sebagai Ketua KONI Jombang hingga kini.
"Namun hingga sekarang tiap ada pengamanan di Bahrul Ulum, kami lepas seluruh atribut KONI. Dan kembali berseragam hitam melaksanakan tugas pengamanan pesantren," ucapnya.
Sementara Abdul Haris, salah seorang guru inspiratif mengatakan, bahwa tugas di SIGAP merupakan pengabdian yang paling membuahkan keikhlasan. Pasalnya sejauh yang ia ketahui hingga saat ini, para personil SiGAP bekerja tak bergantung pada adanya gaji.
"Namun dasar mereka adalah panggilan hati. Inilah yang kami yakini sebagai jalan pengantar menuju surga," katanya.
Kendati demikian, menurut Sahri, salah seorang tokoh mengimbau agar masing-masing personil SIGAP senantiasa bersikap waspada terhadap situasi dan dinamika santri yang berkembang di pesantren. Setiap mereka harus mengedepankan akhlak santri dalam menjalankan tugasnya sebagai Kamtib.
"Mereka harus ampu mebaca situasi terkait pengamanan dan tentu harus mengedepankan akhlak ketika bertugas," jelasnya. (Syamsul Arifin)