Wakil ketua KONI jatim Drs. M. Nabil, MSI, ketika menyampaikan sambutannya di acara kejuaraan pencak silat pagar nusa se jawa-bali menekankan beberapa hal terkait kesenian dan olahraga silat.
"Pencak harus kita kenalkan sebagai budaya asli dan original warisan masyayikh, apalagi silat pagar nusa, dan ini terus harus diarahkan dan tidak berhenti hanya sampai disini. Karena olahraga bisa dikemas dan diarahkan pada tiga hal, dan itu berdampak manfaat yang sangat luar biasa bagi atlit. ketiga hal itu, pertama prestasi, kedua rekreasi dan terakhir industri, contoh kongkrit adalah sepakbola, dan tentu ini bisa berkembang ke olahraga lainnya".
Senada dengan waka koni jatim, Gus Wafi sebagai ketua yayasan Bahrul Ulum juga menyambut gembira kejuaraan pencak silat pagar nusa sudah berjalan tiga tahun berturut-turut.
"Kejuaraan ini dalam rangka merawat dan melestarikan tradisi serta warisan masyayih NU, sejatinya tidak hanya sekedar merawat, tugas kita lebih jauh adalah mentradisikan di pesantren-pesantren dan di anak-anak muda, bahwa ada warisan dari masyayih yaitu pencak silat pagar nusa yang bisa menjadi kegiatan positif dan amat sangat bermanfaat, semoga kejuaraan ini bisa istiqomah"
Kejuaraan pencak silat pagar nusa se-jawa-bali yang diadakan pondok pesantren Bahrul Ulum dalam rangka hari ulang tahun madrasah ke 104 dan pondok pesantren ke 194, direncanakan berlangsung tanggal 1-3 april dan di ikuti oleh 456 pesilat putra.

"Pencak Dor" pra lomba pencak silat PN seJawa-Bali