TAMBAKBERAS.COM - Perayaan bersejarah dua abad berdirinya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mencapai salah satu puncaknya dengan suksesnya penyelenggaraan Festival Sholawat Al-Banjari (FESBAN) Nasional. Acara yang menggabungkan unsur hiburan religius dan kompetisi bergengsi ini berhasil menyedot perhatian publik dan menarik beberapa partisipan sekitar 28 grup Al Banjari terbaik dari berbagai wilayah di Nusantara.
Pembukaan festival yang digelar di tengah rangkaian perayaan dua abad pesantren, yang didirikan oleh KH. Abdus Salam pada tahun 1825 dan dikenal sebagai salah satu pesantren tertua serta terbesar di Jawa Timur, menjadi momen penuh makna.
Sekretaris Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH. Choiruman Najib, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam. Beliau menyinggung tantangan cuaca yang sempat terjadi, di mana hujan baru saja reda sebelum acara dimulai.
"Meskipun hujan baru saja turun, acara ini tetap berjalan lancar. Ini semua adalah berkah dan doa dari para santri dan restu dari para muassis (pendiri) kita," ujar KH. Choiruman Najib di hadapan ribuan santri dan penonton yang memadati area acara.
Lebih lanjut, beliau menegaskan filosofi di balik penyelenggaraan kompetisi ini. Menurutnya, meskipun dalam sebuah perlombaan pasti akan ada yang menjadi juara, substansi yang jauh lebih penting adalah semangat keikutsertaan dan pengabdian.
"Tentu dalam lomba ini pasti ada yang harus juara. Tetapi, yang paling penting dari ini semua adalah keikutsertaan kita dalam memeriahkan dua abad Bahrul Ulum ini. Karena hal itu sedikit dari pengabdian kita, sedikit dari khidmah kita kepada para muasis," tegas beliau, mengingatkan kembali tema besar peringatan dua abad, yaitu "Mewariskan Daya Juang, Berkhidmah Membangun Peradaban."
FESBAN Nasional ini secara ketat membatasi jenis kesenian yang dilombakan, yaitu murni hanya sholawat Al Banjari. Hal ini menjadikan pementasan hadrah dengan format lain, seperti Hadrah Al Habsyi, tidak termasuk dalam kompetisi. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga fokus dan orisinalitas dalam seni sholawat dengan ciri khas Banjari.
Dengan melibatkan sekitar 28 peserta, festival ini dirancang dengan dua babak, yaitu penyisihan, untuk menyaring grup-grup terbaik yang akan melaju ke babak selanjutnya. Antusiasme para peserta sangat tinggi, terlihat dari penampilan memukau grup-grup kenamaan seperti Afqorul Waro' dari Jombang, El Haqqoni dari Rejoso, Syafinatus Syafa’ah dari Mojokerto, serta puluhan grup lainnya yang datang membawa nama daerah dan pesantren masing-masing.
Kemeriahan dan semangat syiar melalui sholawat ini disambut gembira oleh para penonton yang memenuhi lokasi, menandai bahwa Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas terus menjadi mercusuar pendidikan Islam dan pelestari budaya sholawat di Indonesia selama dua abad perjalanannya.
Oleh : Achmad Wijaya Zein & Ahmad dhiyauddin syahrur ridho
Editor : Abdullah Machbub