Tidak semua anak bisa mondok di sini. Di pondok Bahrul Ulum ini. Hanya karena fadhol dari Allah SWT, seorang anak bisa mondok di Bahrul Ulum ini. Karena itu, saat mondok di sini,mari.kita gunakan untuk belajar sebaik-baiknya.
Demikian disampaikan K. Azam Choiruman, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Putra, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelantikan Pengurus Baru PP Bahrul Ulum Putra, atas nama ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan Majelis Pengasuh, pada Kamis (14/02).
"Kalian bisa mondok di sini, di Bahrul Ulum ini, semata-mata hanya karena fadhol dari Allah. Tidak semua anak bisa mondok di sini. Di pondok yang didirikan oleh kiyai-kiyai besar," kata kiyai yang biasa disapa Gus Heru ini.
"Kenapa saya katakan hanya karena fadhol Allah. Karena banyak yang ingin mondok di sini, tetapi terkendala beberapa hal. Karena itu marilah kita gunakan kesemapatan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan cara apa? Belajar yang baik. Belajar apapun, terutama ilmu-ilmu agama," lanjutnya.
Sementara itu, menyambung apa yang disampaikan Gus Heru, KH Abdul Nashir Fattah, dalam kesempatan yang sama, sebelum memimpin doa, menyampaikan bahwa, fadhol yang dimaksud terkait erat dengan hidmat, yang menjadi perantara diperolehnya barokah ilmu.
"Santri iku sing gelem ngaji lan hidmat (santri itu harus mau ngaji dan hidmat/mengabdi)," katanya membuka nasehat.
"Sedikit ilmunya, tetapi barokah, maka akan bermanfaat kelak di masyarakat," lanjut Kiyai Nashir.
Untuk memudahkan santri yang saat itu memenuhi jerambah luar Masjid Jamik Bahrul Ulum, Kiyai Nashir memberikan contoh. "Dulu ada santri yang mengabdi (hidmat) ke Ibu Nyai. Dia sekolahnya tidak lulus. Pikirannya tidak pinter, bahkan kalau disuruh selalu salah dalam mengartikan perintah. Pernah suatu kali diutus beli arang. Dikasih uang 100 ribu. Maksudnya diminta beli arang hanya satu-dua kilogram. Harganya sekitar 2-3 ribu. Ternyata uang 100 rb dibelikan semua dapat satu becak. Sehingga tidak tempat untuk menyimpan.
Tapi karena dia hidmat-nya luar biasa. Sekarang bisa jadi berkah. Dia sekarang menjadi kiyai. Itulah yang dikatakan fadhol menurut gus Heru," terang Kiyai Nashir. (ma)