TAMBAKBERAS.COM - Memasuki pekan kedua rangkaian peringatan Dua Abad Bahrul Ulum, pesantren ini kembali menghadirkan kegiatan inspiratif. Kali ini, digelar Forum Multaqo Santri Nasional dengan tema “Metode Cepat Baca Kitab Kuning” pada Jum’at, 24 Oktober 2025. Acara ini menjadi salah satu agenda penting yang bertujuan memperkuat kemampuan literasi kitab kuning di kalangan santri serta menumbuhkan semangat belajar yang berkelanjutan untuk melestarikan khazanah keilmuan turost dan menjaga warisan ilmu dari Nabi serta para Ulama.
Forum yang diadakan di Aula Madrasah MMA Bahrul Ulum ini menghadirkan pakar utama yaitu Dr.KH.Abdullah Arif Mukhlas,Lc,M.HI. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa siapa pun yang ingin cepat bisa membaca kitab kuning harus segera mempraktikkannya tanpa banyak basa-basi atau teori panjang, metode yang beliau bawakan adalah metode “AT TATSBIT” nya KH Wahid Zuhdi, yang mana metode ini menggabungkan antara metode tikrar (mengulang ulang) dan metode tarkib (struktur kalimat). Penekanan metode ini adalah dipraktek, bukan pada pendalaman materi, dan dalam memeberikan penjelasan haruslah seringkas mungkin.
Menurut Dr. KH. Abdullah Arif Mukhlas, komponen dasar dalam bahasa Arab — seperti Al-Qur’an dan kitab klasik — hanya tersusun dari tiga unsur, yaitu isim (kata benda), fi‘il (kata kerja), dan hurf (kata sambung). Dalam proses tarkib atau penyusunan kalimat, beliau menekankan pentingnya fokus pada materi yang sedang dipelajari. Jika terdapat materi lain yang belum dibahas, maka tidak perlu diuraikan terlebih dahulu karena justru dapat mengaburkan pemahaman santri.
Lebih lanjut, Dr. KH. Abdullah Arif Mukhlas menjelaskan bahwa Metode At-Tatsbit memiliki karakter tersendiri dalam penerapannya. Metode ini mengombinasikan berbagai disiplin ilmu seperti fikih, nahwu, sharaf, bahasa, dan imla’. Pembelajaran dibagi menjadi dua periode, yakni penyelesaian kitab jilid I dan jilid II. Pada jilid pertama, santri difokuskan untuk menghafalkan makna dan memahami kaidah nahwu secara global. Sementara pada jilid kedua, pembelajaran diarahkan pada pendalaman materi yang telah dipelajari di jilid I, sekaligus melatih penerapan kaidah-kaidah tersebut dalam praktik membaca kitab.
Penguasaan materi dalam Metode At-Tatsbit mencakup aspek-aspek penting seperti nahwu, dasar ilmu sharaf, fikih tingkat pemula, bahasa Arab secara umum, serta ilmu imla’. Materi-materi tersebut menjadi fondasi yang diperkuat secara bertahap agar santri mampu memahami dan mengaplikasikan ilmu bahasa Arab dengan baik dalam membaca kitab kuning. Melalui metode At-Tatsbit ini, Bahrul Ulum Tambakberas berharap para santri tidak hanya mahir secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu bahasa Arab secara praktis dalam membaca kitab kuning. Dengan demikian, tradisi keilmuan pesantren akan terus terjaga dan berkembang, menjadikan para santri sebagai generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia.
Oleh : M Dhiyauddin Syahrur Ridho
Editor : Abdullah Machbub