Pelaksanaan program doktrinasi aswaja NU dan keBahrul Uluman bagi kelas akhir tingkat SLTA yang dilaksanakan unit-unit pendidikan dibawah naungan yayasan PP Bahrul Ulum semakin mendapat sambutan baik dari berbagai pihak. Dihari ketiga, kamis (13/12), giliran Madrasah Aliyah Negeri mengkhususkan siswa kelas akhir putra untuk menerima materi-materi keaswajaan dan keBahrul Uluman sebagaimana yang sudah diagendakan oleh yayasan.
Bertempat di aula madrasah, lebih dari 125 siswa, sejak pukul 07.30 dengan seksama menyimak penjelasan demi penjelasan dari para pemateri. Diawali sambutan dari kepala madrasah aliyah, kemudian dilanjut ketua yayasan PPBU sebagai rangkaian pembuka, hadir dalam acara tersebut jajaran struktural madrasah, sekretaris yayasan sekaligus wakil kepala madrasah aliyah dan beberapa guru pendamping. Kepala MAN 3, Sutrisno, Spd, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemantapan dan penguatan dasar-dasar aswaja NU dan keBahrul Uluman bagi siswa-siswi kelas akhir.
"Saat ini kita memandang perlu, bahkan sangat perlu adanya penguatan seperti ini oleh yayasan, kita tidak kepingin lulusan Madrasah Aliyah kita, setelah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi terkontaminasi aqidah dan paham pemikiran yang berbeda dengan Bahru Ulum, hari ini penguatan khusus untuk siswa putra, sementara besok pagi giliran anak putri akan mendapatkan hal yang sama" lanjutnya.

siswa kelas akhir MAN 3 saat mengikuti pemaparan materi aswaja NU
Pada sesi materi keBahrul Uluman, KH. Wafiul Ahdi, MHI, mepaparkan pokok-pokok ajaran para masyayikh dan pendiri Bahrul Ulum. "Ada lima pokok ajaran yang tidak boleh diabaikan oleh lulusan Bahrul Ulum, lima pokok pegangan dasar yang harus dan senantiasa dilakukan sampai kapanpun oleh para lulusan Tambakberas, sebagai bentuk keistiqomahan dalam ikatan rohani dengan pesantren".
Ditengah sambutan, beliau mengingatkan kembali kepada para siswa akan pentingnya menjaga ikatan dengan kiai dan pesantren. "Sholat berjamaah, Nderes quran, Mulang (mengajar), Ngramut NU dan Wiridan Huwal Habib, inilah lima pokok ajaran Bahrul Ulum yang tidak boleh ditinggalkan alumni sebagai cantolan atau ikatan bathin dengan kiai dan pesantren" sambung Gus Wafi menutup pemaparannya.

instruktur pengkaderan aswaja NU saat pemaparan materi
Selanjutnya, masih bertempat di aula madrasah, para siswa mulai menerima materi Keaswajaan, Kebangsaan, Pancasila, NKRI dan Peta Radikalisme. Secara berurutan, materi disajikan oleh tim instruktur pengkaderan Nahdlatul Ulama wilayah Jawa timur, seluruh materi tuntas tersampaikan hingga sore menjelang malam. Sebagai penutup kegiatan doktrinasi aswaja, seluruh peserta diajak guru pembimbing untuk melakukan do'a bersama yang ditujukan kepada para masyayikh pesantren Bahrul Ulum dan pendiri Nahdlatul Ulama. (Az)