TAMBAKBERAS.COM - Menjelang usianya yang ke-200 tahun, Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas, Jombang, terus menunjukkan komitmennya untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia dan turut serta mencerdaskan bangsa. Dalam rangka menyambut abad ke-3, pesantren ini mengadakan serangkaian acara, salah satunya adalah talkshow bertajuk "Transformasi Pesantren Menuju Abad ke-3 PPBU".
Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Chasbullah Sa'id ini dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Umum Yayasan Bahrul 'Ulum, KH. Wafiyyul Ahdi, atau yang akrab disapa Gus Wafi. Dalam sambutannya, Gus Wafi menceritakan kembali perjuangan pendiri pondok, KH. Wahab Hasbullah, dalam membangun pondok ini dari nol.
"Setiap 100 tahun sekali selalu ada orang yang akan memberikan pembaharuan." Jelas Gus Wafi, dalam sambutannya pada acara talkshow yang dilaksanakan pada Rabu, (15/10) tersebut.
Ia menjelaskan bagaimana pondok ini telah mengalami beberapa kali transformasi sejak berdiri. Mulai dari era Mbah Abdussalam yang menjadikan pesantren ini basis perjuangan Pangeran Diponegoro, hingga era Mbah Sa'id, Mbah Ustman, dan Mbah Chasbullah.
Kemudian, Gus Wafi menekankan peran penting KH. Wahab Hasbullah di abad pertama pesantren. Beliau adalah tokoh ulama dan pahlawan nasional yang membawa perubahan besar, mengubah sistem pendidikan dari era klasik menjadi era dengan kurikulum yang lebih terstruktur. Di tahun 1912, Mbah Wahab mulai memperkenalkan huruf latin (gedrik), media hitung, Bahasa Indonesia, dan ilmu pengetahuan umum sebagai upaya modernisasi pendidikan pesantren.
“Dengan perayaan ini, Pesantren Bahrul 'Ulum tidak hanya mengenang kembali sejarah perjuangan para pendirinya, tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan dan moral bangsa di abad ke-3.” Tutup Kiai yang akrab dipanggis Gus Wafi mengakhiri penjelasannya.
Selain Gus Wafi, acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Agama RI. Beliau berbagi pandangan tentang peradaban emas Islam dan berbagai sejarah yang jarang diketahui publik. Sebagai penutup, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum, KH. Hasib Wahab, memimpin doa dan melantunkan sholawat Nabi, menambah khidmat suasana acara.