Selama dua hari ini, Selasa (11/12) dan Rabu (12/12), siswa siswi kelas akhir (kelas 6) Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum mengikuti kegiatan Doktrinasi Aswaja An-Nahdliyah dan Ke-Bahrul Ulum-an.
Untuk siswa Muallimin diselenggarakan pada Selasa (11/12) di Aula Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) dan, siswi Muallimat diselenggarakan pada Rabu (12/12) di Aula Madrasah Muallimin Muallimat.
Kegiatan yang selenggarakan kerjasama antara Pengurus Yayasan PPBU dengan Madrasah Muallimin Muallimat ini, menurut K. Azam Khoiruman, wakil ketua pengurus YPPBU, bertujuan untuk memperkuat santri yang akan lulus dan melanjutkan ke jenjang yg lebih tinggi tetap berjuang untuk NU. "(Melalui kegiatan ini) kita berharap fikroh dan aqidah tetap sesuai dengan masyayikh dan muassis PPBU, yang bergerak dan berjuang dimanapun tetap berpegang pada ideologi dan ruh Aswaja NU," katanya.
Hal ini tentu sangat tepat, karena sampai saat ini, ideologi Islam garis keras masih menyebar di berbagai perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi umum negeri. Kalau lulusan pondok pesantren tidak dibentengi dengan akidah Aswaja NU dan pengetahuan peta ideologi Islam yang ada di Indonesia dan dunia, maka lulusan Bahrul Ulum akan mudah diseret dalam lingkaran penyebar ideologi Islam ekstrim. Meskipun mereka sudah diberi pelajaran tentang akidah dan ajaran Aswaja, tetapi secara sistematis terkait dengan peta akidah, ideologi, ajaran dan gerakan Islam belum mereka terima selama di pondok.
Sementara itu, di tempat berbeda, Waka Kurikulum Madrasah Muallimin, Ahmad Muasyaffak, menyampaikan bahwa, kegiatan untuk memperkuat Aswaja an Nahdliyah ini dilakukan sebagai syarat bagi kelas akhir menerima sertifikat dari Yayasan PPBU. "Bagi yang mengikuti akan mendapatkan sertifikat dari Yayasan PPBU, dan akan diberikan saat Muwadaah. Sedangkan bagi siswa yang tidak mengikuti tidak mendapatkan sertifikat," terangnya.
Dalam kegiatan ini, materi yang diberikan antara lain: ke-Bahrul Ulum-an; Dasar-dasar Aswaja An Nahdliyah; NU dan NKRI; Peta Radikalisme dan; Sanad Aswaja.
Materi ke-Bahrul Ulum-an disampaikan oleh ketua YPPBU, KH Wafiyul Ahdi, sedangkan materi yang lain disampaikan oleh tim Instruktur Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Jombang.
Lebih lanjut, menurut K Azam Khoiruman, doktrinasi Aswaja ini juga akan diberikan kepada siswa MAN Tambakberas pada Kamis (13/12), siswi MAN Tambakberas pada Jumat (14/12), ke siswa MAWH pada Ahad (13/01/2019) dan kelas akhir di Madrasah lainnya pada Selasa (15/01/2019). (ma)